Badan Gizi Nasional Jelaskan Hitung-hitungan Modal dan Insentif Dapur MBG

PINUPAZOYUN.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap kebutuhan modal untuk membangun dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencapai Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar per unit.

Besarnya investasi tergantung harga tanah dan kesiapan fasilitas di masing-masing daerah.

BGN menjelaskan dana tersebut merupakan belanja modal (capex) untuk pembangunan gedung dan pengadaan peralatan sesuai petunjuk teknis.

Mitra yang ingin mendapatkan insentif operasional wajib menyiapkan investasi awal tersebut secara mandiri.

Terkait angka Rp1,8 miliar per tahun, BGN menegaskan itu bukan keuntungan bersih, melainkan pendapatan kotor maksimal.

Nilai itu berasal dari insentif Rp6 juta per hari dengan asumsi 313 hari kerja per tahun.

Dengan investasi miliaran rupiah dan pendapatan tersebut, titik impas (BEP) diperkirakan tercapai dalam 2 hingga 2,5 tahun.

Pada satu hingga dua tahun pertama, mitra umumnya belum menikmati laba bersih karena pemasukan masih digunakan untuk menutup biaya pembangunan dan operasional.

BGN juga menekankan insentif Rp6 juta per hari bukan keuntungan per porsi makanan, melainkan pembayaran atas kesiapan fasilitas, termasuk dapur, peralatan, tenaga kerja, dan standar kebersihan.

Selain itu, mitra menanggung risiko seperti biaya perawatan, kemungkinan renovasi, hingga penghentian kontrak jika tidak memenuhi standar.

Kontrak kerja sama sendiri berlaku satu tahun dan dievaluasi secara berkala.

Menurut BGN, skema kemitraan dipilih agar pemerintah tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk membangun ribuan dapur secara langsung, yang bisa menelan anggaran hingga puluhan triliun rupiah.

Leave a Comment