Italia Hibahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia, Ini Peran, Spesifikasi, dan Misinya

PINUPAZOYUN.COM – Kapal induk Giuseppe Garibaldi Indonesia menjadi sorotan setelah pemerintah memastikan kapal eks Angkatan Laut Italia itu sedang diproses untuk memperkuat armada Tentara Nasional Indonesia, khususnya TNI Angkatan Laut.

Kapal tersebut direncanakan tiba sebelum peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 2026, meski jadwal pastinya masih menunggu kesiapan teknis dan administrasi.

Kapal induk Giuseppe Garibaldi akan diterima melalui mekanisme kerja sama antarpemerintah sebagai bagian dari hubungan pertahanan bilateral Indonesia – Italia.

Prosesnya mencakup tahap administratif serta penyesuaian teknis, termasuk pembongkaran sejumlah peralatan tertentu oleh pihak Italia sebelum diserahkan.

Pemerintah bersama TNI telah mulai menyiapkan calon awak kapal serta skema operasionalnya.

Kapal ini tidak hanya akan digunakan untuk kepentingan tempur, tetapi juga difokuskan pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

manfaatannya antara lain untuk:

  • evakuasi korban bencana alam
  • penanganan kecelakaan besar di laut
  • pengiriman bantuan logistik dalam jumlah besar
  • dukungan misi perdamaian internasional

Kapal induk dinilai cocok untuk tugas tersebut karena mampu membawa banyak personel, memiliki daya jelajah jauh, serta dilengkapi fasilitas medis dan pusat komando. Meski begitu, kapal tetap bisa digunakan untuk operasi militer jika diperlukan.

Spesifikasi dan Kemampuan Kapal

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan sepanjang sekitar 180 meter yang mulai beroperasi sejak 1985 dan dipensiunkan Italia pada 2024.

Kapal ini dirancang untuk berbagai operasi, termasuk anti-kapal selam, pengawasan wilayah, pengawalan konvoi, hingga dukungan logistik armada.

Kapal tersebut mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 km per jam. Sistem penggeraknya memakai konfigurasi Combined Gas and Gas (COGAG) dengan empat turbin gas LM2500 yang menghasilkan daya sekitar 81.000 tenaga kuda, memungkinkan jangkauan operasi lebih dari 7.000 mil laut pada kecepatan jelajah.

Dalam hal persenjataan dan sistem pertahanan, kapal dilengkapi radar, perangkat penangkal gangguan elektronik, peluncur rudal antipesawat, meriam pertahanan, torpedo, serta rudal antikapal.

Selain itu, kapal mampu membawa hingga 18 helikopter atau satu skuadron pesawat lepas landas dan mendarat vertikal atau jarak pendek (VSTOL), termasuk pesawat Harrier.

Selama masa tugasnya, Giuseppe Garibaldi pernah terlibat dalam sejumlah operasi militer internasional.

Kapal ini digunakan dalam konflik Kosovo tahun 1999, operasi militer di Afghanistan pada 2001, serta intervensi di Libya pada 2011 bersama NATO.

Pengalaman panjang tersebut membuat kapal ini dinilai masih memiliki nilai strategis untuk mendukung kemampuan operasi laut Indonesia, baik dalam situasi perang maupun misi kemanusiaan.

Kehadiran kapal induk ini dipandang sebagai langkah penting dalam memperkuat kemampuan proyeksi kekuatan dan respons cepat Indonesia di wilayah laut yang luas.

Dengan tambahan platform besar seperti Giuseppe Garibaldi, TNI AL diharapkan lebih siap menghadapi berbagai situasi, mulai dari konflik hingga penanganan bencana.

Leave a Comment