PINUPAZOYUN.COM – Hujan yang belakangan turun hampir setiap hari ternyata ikut berpengaruh pada kondisi kucing peliharaan.
Bukan cuma aktivitas banyak orang yang terganggu, kesehatan hewan di rumah pun ikut terdampak.
Udara dingin dan lembap bikin kucing lebih gampang terserang flu dan batuk, apalagi kalau musim hujan berlangsung lama tanpa jeda panas.
Kondisi ini mulai banyak dikeluhkan pemilik kucing.
Beberapa mengaku kucingnya jadi sering bersin, batuk, lebih banyak diam, bahkan susah makan.
Sekilas terlihat sepele tapi kalau dibiarkan, flu ringan bisa berkembang jadi gangguan pernapasan yang lebih serius.
Perubahan cuaca saat musim hujan memang cukup ekstrem. Suhu jadi lebih dingin, sinar matahari jarang muncul, dan kelembapan udara meningkat.
Dalam kondisi seperti ini, daya tahan tubuh kucing cenderung menurun.
Virus penyebab flu, seperti feline herpesvirus dan calicivirus, lebih mudah berkembang di lingkungan yang lembap.
Penularannya pun cepat, bisa lewat udara, air liur, hingga benda-benda di sekitar yang sering disentuh kucing.
Saat kondisi tubuh kucing sedang drop, bakteri juga lebih mudah menyerang.
Apalagi jika kucing harus beradaptasi dengan perubahan suhu yang mendadak, sementara tubuhnya belum siap.
Meski begitu, musim hujan bukan berarti kucing harus sering sakit. Dengan perawatan yang tepat dan perhatian sejak awal, risiko flu dan batuk bisa ditekan.
Pemilik harus cukup peka melihat perubahan perilaku kucing, mulai dari nafsu makan, aktivitas, sampai kebiasaan istirahatnya.
Perhatian yang sederhana tapi dampaknya besar untuk menjaga kucing tetap sehat meski cuaca sedang tidak bersahabat.