Banyak Dibaca Saat Hamil, Ini Surat Maryam untuk Ibu Hamil Ayat 1–16 Lengkap dengan Artinya

PINUPAZOYUN.COM – Surat Maryam untuk ibu hamil kerap dianjurkan sebagai amalan selama masa kehamilan.

Banyak muslimah meyakini bahwa membaca ayat-ayat dalam surat ini dapat menghadirkan ketenangan hati, memperkuat doa, serta menjadi ikhtiar memohon kemudahan saat persalinan.

Surat Maryam merupakan surat ke-19 dalam Al-Qur’an dan terdiri dari 98 ayat.

Surat ini termasuk golongan Makkiyah. Di dalamnya terdapat kisah penuh hikmah tentang keteguhan iman Maryam, ibu dari Nabi Isa.

Kisah Maryam yang Penuh Ketabahan

Dalam Al-Qur’an diceritakan bagaimana Maryam mengandung dan melahirkan Nabi Isa atas kehendak Allah SWT tanpa pernah bersentuhan dengan laki-laki.

Peristiwa ini menjadi salah satu mukjizat besar dalam sejarah Islam.

Maryam harus menghadapi kehamilan seorang diri, menjauh dari keluarganya, serta menerima berbagai tudingan dari masyarakat.

Saat rasa sakit melahirkan datang, ia bahkan sempat merasa sangat sedih dan tertekan. Namun pertolongan Allah hadir pada waktu yang tepat.

Kisah ini mengajarkan tentang kesabaran, tawakal, dan keyakinan bahwa di balik kesulitan selalu ada kemudahan.

Surat Maryam Ayat 1-16

Berikut adalah bacaan dalam bahasa Arab, latin, beserta arti surat Maryam ayat 1-16 yang baik untuk ibu hamil:

1. كهيعص

Kaaaf-Haa-Yaa-‘Ayyyn-Saaad

Artinya: “Kaf Ha Ya ‘Ain Shad.”

2. ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا

Zikru rahmati Rabbika ‘abdahoo Zakariyya

Artinya: “Yang dibacakan ini adalah penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,

3.إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا

Iz naadaa Rabbahoo nidaaa’an khafiyyaa

Artinya: “(yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.”

 

4. قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُن بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا

Qaala Rabbi innee wahanal’azmu minnee washta’alar raasu shaibanw wa lam akum bidu’aaa’ika Rabbi shaqiyyaa

Artinya: “Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.”

5.وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِن وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا

Wa innee khiftul mawaa liya minw waraaa’ee wa kaana tim ra atee ‘aairan fahab lee mil ladunka waliyyaa

Artinya: “Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu,”

6.يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ ۖ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

Yarisunee wa yarisu min aali Ya’qoob, waj’alhu Rabbi radiyya

Artinya: “Yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai.”

7.يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

Yaa Zakariyyaaa innaa nubashshiruka bighulaami nismuhoo Yahyaa lam naj’al lahoo min qablu samiyyaa

Artinya: “(Allah berfirman), “Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.”

8.قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا

Qaala Rabbi annaa yakoonu lee ghulaamunw wa kaanatim ra atee aaqiranw wa qad balaghtu minal kibari ‘itiyyaa

Artinya: “Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?”

9.قَالَ كَذَٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِن قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا

Qaala kazaalika qaala Rabbuka huwa ‘alaiya haiyinunw wa qad khalaqtuka min qablu wa lam taku shai’aa

Artinya: “(Allah) berfirman, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali.”

10.قَالَ رَبِّ اجْعَل لِّي آيَةً ۚ قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَ لَيَالٍ سَوِيًّا

Qaala Rabbij ‘al leee Aayah; qaala Aayatuka allaa tukalliman naasa salaasa layaalin sawiyyaa

Artinya: “Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” (Allah) berfirman, “Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.”

11.فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِ مِنَ الْمِحْرَابِ فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ أَن سَبِّحُوا بُكْرَةً وَعَشِيًّا

Fakharaja ‘alaa qawmihee minal mihraabi fa-awhaaa ilaihim an sabbihoo bukratanw wa ‘ashiyyaa

Artinya: “Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.”

12.يَا يَحْيَىٰ خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا

Yaa Yahyaa khuzil Kitaaba biquwwatinw wa aatainaahul hukma saiyyaa

Artinya: ”Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.” Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak,”

13.وَحَنَانًا مِّن لَّدُنَّا وَزَكَاةً ۖ وَكَانَ تَقِيًّا

Wa hanaanam mil ladunnaa wa zakaatanw wa kaana taqiyyaa

Artinya: “Dan (Kami jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dan dia pun seorang yang bertakwa,”

14.وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُن جَبَّارًا عَصِيًّا

Wa barram biwaalidayhi wa lam yakum jabbaaran ‘asiyyaa

Artinya: “Dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, dan dia bukan orang yang sombong (bukan pula) orang yang durhaka.”

15.وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا

Wa salaamun ‘alaihi yawma wulida wa yawma yamootu wa yawma yub’asu haiyaa

Artinya: “Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali.”

16.وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا

Wazkur fil Kitaabi Marya; izin tabazat min ahlihaa makaanan shariqyyaa

Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur’an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis),”

Mengapa Surat Maryam Dianjurkan untuk Ibu Hamil?

Banyak ulama dan pendakwah menyarankan ibu hamil untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, termasuk Surat Maryam.

Amalan ini dipahami sebagai bentuk ikhtiar batin agar ibu dan janin selalu dalam lindungan Allah.

Beberapa keutamaan yang sering dikaitkan dengan membaca Surat Maryam untuk ibu hamil antara lain:

1. Membantu Menenangkan Hati

Merenungkan perjuangan Maryam dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan keyakinan bahwa setiap ujian pasti disertai pertolongan Allah. Hal ini membantu ibu hamil lebih tenang menjalani masa kehamilan.

2. Memohon Kemudahan Saat Melahirkan

Kisah Maryam yang merasakan sakit luar biasa sebelum akhirnya mendapat pertolongan Allah menjadi pengingat agar tidak berputus asa. Banyak ibu hamil membaca surat ini sambil berdoa agar proses persalinan diberi kelancaran.

3. Berharap Anak Menjadi Saleh dan Berbakti

Dalam Surat Maryam terdapat gambaran tentang anak yang berbakti kepada orang tuanya. Karena itu, ayat-ayatnya sering dibaca sebagai doa agar anak yang lahir kelak tumbuh menjadi pribadi yang taat dan berakhlak baik.

Leave a Comment