PINUPAZOYUN.COM – Indonesia memiliki beragam tradisi unik dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Salah satu tradisi yang masih dijalankan hingga kini adalah Munggahan, yang berasal dari budaya masyarakat Sunda.
Munggahan umumnya dilakukan satu atau dua hari sebelum Ramadan dimulai. Suasananya identik dengan kebersamaan keluarga, saling memaafkan, dan membersihkan diri sebagai simbol memasuki bulan suci dengan hati yang lebih tenang.
Pengertian Munggahan
Munggahan merupakan tradisi masyarakat Muslim Sunda untuk menyambut bulan Ramadan. Istilah ini berasal dari kata bahasa Sunda “munggah”, yang berarti naik atau beranjak dari kebiasaan sehari-hari menuju kondisi yang lebih baik.
Makna Munggahan sendiri erat kaitannya dengan upaya membersihkan diri dan memperbaiki hubungan sosial sebelum menjalankan ibadah puasa.
Kegiatan yang Dilakukan Saat Munggahan
Dalam pelaksanaannya, tradisi munggahan sebelum puasa diisi dengan berbagai kegiatan sederhana namun penuh makna. Beberapa di antaranya :
- Berkumpul dan makan bersama keluarga atau kerabat
- Berkunjung ke tempat wisata atau ruang terbuka sebagai bentuk kebersamaan
- Ziarah dan membersihkan makam keluarga
- Saling meminta maaf kepada orang tua, keluarga, dan sahabat
Di beberapa daerah, munggahan juga diisi dengan doa bersama agar ibadah puasa berjalan lancar.
Waktu Pelaksanaan Munggahan
Tradisi munggahan biasanya dilakukan pada akhir bulan Syaban, yakni satu hingga dua hari sebelum bulan Ramadan.
Waktu ini dianggap pas karena masyarakat belum mulai berpuasa, sehingga bisa berkumpul dan beraktivitas bersama dengan lebih leluasa.
Awal Puasa Ramadan 2024
Berdasarkan kalender Hijriah yang disusun Kementerian Agama RI, awal puasa Ramadan 2024 diperkirakan jatuh pada 12 Maret 2024 dan berakhir pada 9 April 2024.
Meski begitu, penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang dijadwalkan pada 10 Maret 2024.
Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa awal Ramadan 1445 Hijriah dimulai pada 11 Maret 2024.
Tradisi Munggahan menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang sarat makna, mencerminkan nilai kebersamaan, saling memaafkan dalam menyambut bulan suci Ramadan.